Selasa, 27 April 2010

CeRpEnd

TERRY
By: Zhackiyae


Namaku Terry, aku asli Indonesia lho,.. Aku punya banyak banget teman, mereka lucu-lucu banget. Saat aku lahir cie, aku langsung tertidur bareng teman- teman yang lain. Ada mbak Nani yang selalu menjaga kami tidur,
Dan saat aku terbangun, aku telah bertatapan dengan seorang cowok, tentunya cakep n kerenz dong.
Tapi sesekali cowok itu melirik ke teman- teman aku yang lain, sebenernya cemburu cih, tapi aku diem ja.
Akhirnya cowok itu mendekati ku lagi, aku dipegang dengan lembut, katanya cih aku sangat lucu. Seneng dong pastinya dapat pujian kaya’ gitu..he..he..he.
“ Berapa mbak harganya?”
“ 95 ribu saja dech sama Mas Varhan.”
“Beneran nih Mbak,..? Ya udah makasih ya..!”
Terus cowok yang dipanggil Varhan sama Mbak Nani itu membawa aku.
Bukan hanya itu, ternyata Varhan juga memasangkan pita warna pink dileherku, karena kebetulan bajuku juga berwarna pink.
Varhan menyerahkan aku ke tangan orang lain. Wow…tangannya lembut banget, wangi lagi. Tangan cewek dong pastinya. Cewek itu imoet n maniez abiz. Deg..degan nich saat dia membelai tubuhku dengan lembut, bahkan aku dapet ciuman dari si cewek manis itu. Oh My God seneng banget dech.
“Gimana Bebz.,.?Suka nggak sama bonekanya?”
“Bagus…aku suka kok. Makasih ya!”
Aku juga mendapat pelukan erat dari cewek itu. Heheee…anget dech.
Ternyata mereka pacaran..dan aku sebagai hadiah Ulang Tahun untuk ceweknya Varhan. Dileher cewek itu terpasang sebuah kalung yang bertuliskan RISKA. Ouwh… ternyata nama dia Riska. Duch Riska manis bangetz dech, apalagi saat senyum.
Aku memulai kehidupan baru bersama Riska, Riska care banget dech sama aku.
Ternyata Riska suka banget sama warna pink, ga percaya,,?? Buktinya, semua barang- barang di kamar Riska berwarna pink. Mulai dari tembok, pernak- pernik, baju- baju, bahkan tempat tidurnya terpasang sprei warna pink juga. Pokoknya serba pink dech.
Aku mendengar suara Varhan, dia menyuruh Riska untuk menjaga dan merawat aku. Seneng dech, mereka perhatian banget sama aku. He…he… jadi GR.
Lama-lama aku sudah tak mendengar suara Varhan lagi, mungkin dia sudah pulang.
Hemm…ini malam pertama aku tidur sama cewek secantik Riska, biasanya kan aku tidur sama teman-taman aja. Dikamar Riska ada juga cie teman, namanya Ketty. Dia boneka kucing warna putih.
Aku tidur dipeluk Riska erat bangetzzz…sambil sesekali mencium pipi ku. Sambil memeluk aku, Riska tertidur pulas. Nyaman dech tidur sama Riska.
Saking nyenyaknya, sampi-sampai ga tau kalo’ dah pagi. Ternyata Riska rajin juga, bangun tidur langsung ngerapiin tempat tidurnya n langsung mandi.
Siuuuittt……bikin jantung copot aja dech, kirain bunyi apaan. Ga’ taunya bunyi Hpnya Riska, kayaknya cie da yang telfone. Bergegas Riska mengangkatnya.

“Pagi Babz…!”
“Pagi juga..!”
“Tar jam 8 aku jemput ya?!”
“Iya nue dach siap-siap kok. Oea Terry tak bawa ya..?”
“Oh, ya dah bawa aja ga’ pa-pa.”
“Sampai krtemu nanti.”
“Ya…”
Tut..tut..tut…telepon terputus. Asyik aku akan diajak Varhan n Riska jlan-jalan.
Bersama Riska pula aku kenal lingkungan pantai, taman, dan juga ramainya suasana jalan. Paling seneng klo’ diajak ke taman, indah, ga’ panas.
Pernah juga cie apes…Apes bangetz malah. Saat itu aku sedang tiduran dikamarnya Riska, tiba-tiba saja Blacky kucingnya Riska masuk n langsung mencakar aku. Mungkin aku dikira temennya kalee ya..?he…he.. tapi sakit juga cue kena kukunya yang tajam. Untungnya Riska cepat datang n menjauhkan Blacky dari aku. Aku langsung dipeluk sama Riska. Huft so sweet..
Udah 1 minngu ne aku ga’ pernah dengar kabar tentang Varhan lagi. Biasanya hari Minggu pasti datang ke rumah Riska n ngajak keluar. Ada apa ya…??
Sepertinya Riska juga lagi bingung dech, kan biasanya Varhan sering telfone or SMS. Akhirnya Riska mencoba untuk menelfone Varhan duluan, tapi ga’ ada jawaban sama sekali, Riska terus menoba sampai 10 kali tapi tetep ja ga’ di angkat. Ech, yang terakhir malah ga’ aktif.
Kasihan banget si Riska, dia kelihatan sangat sedih. Tiba-tiba dia mengambil ku dan memandang ku, seperti pengen curhat.
2 hari kemudian, saat Riska mau ke Mall, ea kebetulan aku diajak. Mata Riska memandang seseorang yang ada di seberang jalan, ya ternyata Riska melihat Varhan. Tapi, kok sama cewek lain, mereka mesra banget lagi. Akhirnya Riska mengajak aku untuk menemui Varhan.
“Oh…ternyata ini yang kamu lakukan di belakang aku?”
“Ris, dengerin aku dulu, dia tuh bukan……..”
“Sudahlah, semuanya sudah jelas.”
“Nich, ambil boneka yang dulu kamu kasih ke aku.”
Riska pergi dan membanting tubuh ku di lantai, sakit banget. Belum pernah Riska kaya’ gini ke aku. Lalu Varhan mengambil ku dan mencoba untiuk mengejar Riska yang sudah pergi meninggalkan Varhan. Varhan menyerahkan aku ke tangan Riska, akhirnya Riska mau mengambilku.
“OK, aku terima Terry lagi, tapi dengan 1 syarat kita PUTUS…!!!!”
“Ris, aku mohon sama kamu, aku masih cinta sama kamu.”
“CUKUP…!!!Kita dah ga’ ada hubungan apa-apa lagi!!”
Riska membawa aku pulang, dia memeluk aku dengan erat sambil menangis.
Aku jadi ikut sedih melihatnya. Riska pergi mengambil sesuatu dilaci mejanya.
Kemudian Riska kembali dengan membawa sebuah gunting ditangannya.
Riska mengambil aku, dan menusukkan gunting ke perut aku. OMG sakit minta ampun… kenapa Riska jadi berubah bangetz? Seandainya aku bisa ngomong, pasti aku akan berteriak kencang untuk menahan rasa sakit ini.
Berulamg-ulang Riska menusukku, hingga akhirnya tubuhku hancur.
Riska kau tak punya hati!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar